Poster Hidup di ARKIPEL Grand Illusion

Halaman Papua kembali ambil bagian dalam ARKIPEL – Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival (2015). Pada perhelatan yang mengusung tema Grand Illusion ini, salah satu dari tiga filem produksi Forum Lenteng, berjudul Poster Hidup (2015) akan ditayangkan secara khusus sebagai perwakilan karya untuk membaca perkembangan isu dan wacana sinema di Papua. Filem itu diproduksi secara kolaboratif bersama Komunitas Hiloi di Sentani, Jayapura.

poster hidup

Ini merupakan kali kedua setelah di tahun 2014 Halaman Papua juga ambil bagian dalam ARKIPEL Electoral Risk. Halaman Papua mempresentasikan kompilasi video dokumenter yang diproduksi Forum Lenteng bersama empat komunitas dampingan dalam Program Media Untuk Papua Sehat, yakni Komunitas Yoikatra (di Timika), Komunitas Riyana Waena (di Kota Jayapura), Komunitas Hiloi (di Sentani, Kabupaten Jayapura) dan Konunitas Yayasan Teratai Hati di Wamena.

Menyingungg tema Grand Illusion, ARKIPEL berangkat dari filem, berjudul La Grande Illusion (1937) karya Jean Renoir, “salah satu mahakarya dalam sejarah senema dunia, yang merekam salah satu kepingan pahit getir peradaban manusia: Perang Dunia I. Filem […] ini berhasil mencabik-cabik imajinasi penonton dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kebenaran kemanusian dalam peradaban modern. Apa yang dibayangkan sebagai sebuah tujuan yang paling hakiki, yaitu sebagai manusia, masyarakat, anak bangsa, dan kebanggaan terhadap kebangsaan atau pun negara, hanyalah ilusi yang dibangun kekuatan besar, tanpa bisa disentuh oleh manusia itu sendiri.” (Rancajale, 2015).

Arkipel - Grand Illusion

Indonesia sendiri pernah mengalami situasi ‘grand illusion’ semacam itu rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto. Orde Baru bertanggung jawab atas perannya mengkonstruksi fakta-fakta sejarah selama 30 tahun lebih kekuasaannya, yang secara sistemik menguasai dan menggunakan media (terutama filem) untuk menciptakan stigma terhadap kelompok tertentu. Media digunakan sebagai alat untuk malanggengkan kekuasaan dengan jargon ‘demi stabilatas nasional’.

Penayangan Poster Hidup menegaskan visi festival tersebut, karena karya ini berkisah tentang usaha petugas kesehatan (terutama petugas di puskesmas) dalam menemukan model komunikasi yang efektif untuk promosi kesehatan. Filem ini menangkap sudut pandang lain atas pemahaman kita mengenai medium komunikasi, serta bagaimana media dipahami selama ini oleh lingkungan sosiokultural yang berbeda-beda. Khususnya, Papua, selama puluhan tahun telah dianaktirikan oleh media massa (arus utama) sehingga melestarikan semacam kebencian laten terhadap tingkah laku media massa berikut dengan pelaku-palakunya. Selain itu, Poster Hidup juga merekam kehidupan masyarakat lokal setempat dan menyusunnya secara sinematik sebagai usaha untuk menemukan kemungkinan dalam memecah mitos-mitos (khususnya, terkait masalah kesehatan) yang telah diciptakan, baik oleh masyarakat Papua sendiri, pemerintah, maupun—bahkan yang utama sekali oleh—media.

harimau minahasa - Andang Kelana & Syaiful Anwar

Sebagaimana yang diutarakan oleh Direktur Festival, Yuki Aditya, ARKIPEL 2015 ini, terbagi ke dalam beberapa program antara lain Kompetisi Internasional, Program Kuratorial, Presentasi Khusus, Penayangan Khusus, Kurator Muda Asia, Penayangan Perdana, serta Peradaban Sinema Dalam Pameran. Tahun ini, ARKIPEL juga meluaskan spektrum program publik dengan menghadirkan dialog antarkurator, kuliah umum tentang distribusi filem dokumenter dan eksperimental, Master Class, diskusi terkait tema Grand Illusion, dan yang tak kalah pentingnya, yaitu Forum Festival. Poster Hidup karya Forum Lenteng dan Komunitas Hiloi masuk ke dalam Program Penayangan Khusus, bersama dengan Gerimis Sepanjang Tahun (2015) karya akumassa dan Komunitas Ciranggon, dan Harimau Minahasa (2015) karya Andang Kelana dan Syaiful Anwar (kolaborasi antara Forum Lenteng dan Yayasan Interseksi). Filem Poster Hidup akan tayang pada tanggal 28 Agustus, 2015, di Blitz Megaplex, Pasific Place.

Rangkaian program ARKIPEL Grand Illusion sendiri akan dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 29 Agustus 2015, yang keseluruhannya dapat dihadiri tanpa dipungut bayaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *