Papua: Kediaman Kedamaian

Mereka yang ada di ujung sana, tak sempat nikmati kemewahan

Bergaul akrab dengan alam, tak perlu membeli kedamaian

Ingin rasanya kunikmati disini seperti disana…

Sepenggal lirik lagu dari Imanez yang berjudul Damai di Timur, menjadi media penggambaran tentang bagaimana keadaan Papua secara implisit melalui lagu. Secara eksplisit, apakah keadaan Papua seperti yang digambarkan??

Kedamaian merupakan gambaran yang selalu muncul dalam benak kita berkaitan dengan Papua, mengingat begitu kuatnya pengaruh media arus utama yang telah mengeksploitasi kelestarian alam maupun kehidupan sosial budaya masyarakatnya dalam balutan objektifikasi. Berbagai permasalahan di balik kedamaian seakan menjadi terkesampingkan, tersembunyi dalam suatu kediaman yang tidak banyak diberitakan. Peranan media yang berbasis jurnalisme warga diperlukan untuk menyuarakan kediaman, sebagai upaya dalam pengungkapan tabir hitam permasalahan dengan berlandaskan keberpihakan dan kebermanfaatan pada masyarakat.

Pola pikir yang selama ini mendasari adalah bagaimana Papua dapat memberikan kebermanfaatan bagi Indonesia melalui berbagai kebijakan yang diterapkan. Eksploitasi sumber daya menjadi contoh kongkret bagaimana Papua telah banyak memberikan keuntungan tanpa merasakan adanya kebermanfaatan. Melalui otonomi khusus yang diterapkan, harusnya memberikan keleluasaan bagi pemangku kebijakan yang ada di daerah untuk dapat memutar balik pola pikir itu menjadi bagaimana Indonesia dapat memberikan kebermanfaatan bagi Papua. Apa yang dibutuhkan bagi masyarakat Papua bukanlah suatu kemewahan, melainkan suatu peningkatan kesejahteraan. Pernyataan ini dipertegas oleh Massie & Kandou (2013), yang menyatakan bahwa dalam menilai kebutuhan dari masyarakat, penting untuk diketahui tidak hanya apa yang masyarakat butuhkan, namun juga apa yang mereka maksudkan, bagaimana dan mengapa sehingga mereka membutuhkan. Lantas muncul suatu pertanyaan dalam benak penulis, kesejahteraan yang seperti apakah yang diinginkan oleh masyarakat Papua? Dalam hal ini, perspektif warga mempunyai peranan penting untuk mengungkap hingga ke akar permasalahan.

0

Secara lebih khusus, salah satu unsur yang menjadi tolok ukur peningkatan kesejahteraan adalah kesehatan. Dapat dikatakan bahwa kesehatan merupakan tujuan sosial utama dari pemerintah pusat maupun daerah, karena persoalan kesehatan menyangkut hajat hidup orang banyak. Terlebih lagi, jaminan akan kesehatan berkesinambungan dengan hak hidup yang merupakan salah satu hak dasar dalam HAM. Mengingat betapa pentingnya arti kesehatan, maka penting pula arti suatu kebijakan kesehatan.

Kebijakan kesehatan merupakan suatu kebijakan publik yang harusnya berlandaskan keberpihakan akan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ide dasar terkait kebijakan kesehatan diungkapkan oleh Green & Thorogood (1998, seperti dikutip Massie, 2009), yang menyatakan:

“Kebijakan kesehatan merupakan suatu wujud kepedulian terhadap pengguna pelayanan kesehatan, termasuk pengelola maupun tenaga kesehatan. Kebijakan kesehatan dapat dilihat sebagai suatu jaringan keputusan yang saling berhubungan, yang pada prakteknya peduli kepada pelayanan kesehatan masyarakat.”

Screen Shot 2014-07-01 at 10.25.42 PM

Dalam hal ini, kompleksitas kebijakan kesehatan menunjukkan perlunya suatu kritisi akan kebijakan kesehatan meliputi perumusan maupun implementasi yang terkait dengan kesehatan. Dengan menganalisanya, maka akan menjadi landasan dalam penanganan permasalahan kesehatan masyarakat. Khususnya di Papua, isu kesehatan yang berkembang masih sangat memprihatinkan, seiring banyaknya daerah bermasalah kesehatan yang merata hampir di setiap wilayah. Diperlukan adanya suatu kebijakan kesehatan yang berdasarkan kebajikan untuk dapat meningkatkan kesehatan di Papua secara keseluruhan.

Menurut Gornley (1999, seperti dikutip Massie, 2009) menyatakan bahwa tujuan dari kebijakan kesehatan adalah untuk menyediakan pola pencegahan, pelayanan yang terfokus pada pemeliharaan kesehatan, pengobatan penyakit dan perlindungan terhadap kaum rentan. Lantas muncul suatu pertanyaan lanjutan, bagaimana pencapaian kebijakan kesehatan yang diterapkan? Bagaimana proses dan implementasinya, apakah sudah tepat tujuan? Untuk menjawabnya tentu saja tidak dapat berdasarkan asumsi belaka, tetapi harus ada suatu bukti yang mendasari. Perlu adanya penelusuran untuk mengkaji bagaimana pola pencegahan yang telah dilakukan, sudahkah mencegah berkembangnya penyakit di masyarakat? Apakah sistem pelayanan kesehatan cukup melayani pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat? Bagaimana pula pengobatan maupun perlindungan yang dilakukan terhadap masyarakat yang terjangkit penyakit, sudah efektif-efisien kah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggiring alur berpikir menuju akar permasalahan dapat terungkap melalui sudut pandang masyarakat, karena mereka yang merasakan yang mampu untuk menjelaskan tanpa tersekat oleh batasan. Menarik untuk disimak bagaimana masyarakat Papua mengungkapkan persoalan-persoalan kesehatan dari berbagai sudut pandang warganya.

Daftar Pustaka
Massie, Roy G.A. (2009). Kebijakan Kesehatan: Proses, Implementasi, Analisis dan Penelitian. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 12 (4), 409-417.
Massie, Roy G.A. & Kandou, G.D. (2013). Kebutuhan Dasar Kesehatan Masyarakat di Pulau Kecil: Studi Kasus di Pulau Gangga, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16 (2), 176-184.
Imanez (1995). Damai Di Timur. Album Sepontan.
Carztens – Komunitas Jurnalis Warga Timika. Social Media [online]. Facebook. Groups
Cyclops – Forum Jurnalis Warga Sentani. Social Media [online]. Facebook. Groups.
TIFA – Forum Jurnalis Warga Kota Jayapura. Social Media [online]. Facebook. Groups.

Written By

Firman Setyaji biasa dipanggil Kaspo, adalah seorang mahasiswa lulusan kriminologi. Saat ini aktif sebagai peneliti di forum lenteng dalam program halaman papua. Merupakan sosok penggemar musik reggae dan slank, merupakan musik merakyat yang menjadi inspirasi dalam berbagai pandangan. Segelas kopi dan sebatang rokok selalu menemani dalam kesehariannya. #yamaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *