”Mayday! Mayday! Mayday!”

Selamat Hari Buruh !, Seperti yang sudah di ketahui, Hari Buruh dirayakan setiap tanggal 1 Mei, dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

1743620_453858964743634_508350090_n

Awal sejarah May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad ke-19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta, bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja selama 19 sampai 20 jam setiap harinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

1450192_410354155760782_1575520653_n

Dan Saya Adalah Pekerja !

Saya sendiri saat ini bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang sinergi/energi listrik, dan sudah bekerja selama dua tahun dan lima bulan. Di perusahaan itu, saya merupakan seorang operator diesel merangkap tukang cat tiang, tukan aduk semen, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Hal ini lah yang sering menjadi bahan pembicaraan saya dan teman-teman saat sedang berkumpul dan bercerita tentang pekerjaan. Teman saya sering meledek, “Riki, kamu itu sebenarnya operator diesel atau kuli bangunan, sih?” Selalu saya jawab, “Itu lah hebatnya saya. Saya sekolah jurusan agribisnis produksi sumber daya kelautan, tapi kerjanya sebagai operator diesel dan merangkap kuli bangunan. Hehehe..”

Ya, mau bagaimana lagi? Di kontrak kerja saya saja dituliskan, bahwa saya sebagai pihak kedua akan mengikuti aturan apa saja yang pihak pertama ajukan. Saya yang butuh kerja, mau saja menandatangani itu. Padahal, seharusnya deskripsi kerja harus jelas dari awal.

10509527_516248335171363_3625454598532537084_n

Pembicaraan soal buruh tidak terlepas dari pembicaraan soal upah yang diterima oleh pekerja, dan hak-hak yang harus diterima oleh pekerja. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada salah satu teman saya yang menawarkan motornya untuk dijual kepada saya. Ia diistirahatkan selama tiga bulan lebih, dan selama itu ia tidak mendapat gaji dan tunjangan dari perusahaan tempat ia bekerja. Setelah ia melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan, tidak ada tanggapan baik dari perusahaan, bahkan ia dikeluarkan dari pekerjaannya. Saat ini, ia telah melaporkan masalah ini ke pihak Departemen Tenaga Kerja Kabupaten Mimika untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Kasus tersebut salah satu dari sekian banyak masalah buruh yang terjadi khususnya di Mimika, disamping permasalahan laten seperti tidak adanya kejelasan kontrak kerja, pemberian upah yang minim, pengurangan hak-hak pekerja, dan jaminan sosial Dari semesta rentetan masalah yang terjadi terkait buruh di Mimika, tidak ada organisasi ataupun lembaga yang memayungi atau memperjuangkan hak-hak buruh di Kota Timika, yang penuh dengan riuh-gemuruh di sana-sini. Kepedulian antarpekerja pun masih sangat minim untuk kemudian bersama-sama meningkatkan martabat kaum buruh di Kota Timika. Ini menjadi tamparan dalam berefleksi bagi kaum buruh di Kota Timika, untuk harus lebih solid lagi dalam bersatu berjuang untuk kaum buruh.

Hidup Buruh !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *