Hidup dan Mati (Suara ODHA)

Pagi bagiku ibarat kehidupan yang senantiasa memanggil asaku,

tuk berlomba dengan waktu

menciptakan dahsyatnya ilmu dan pengetahuan yang kumiliki,

 

Malam bagiku  kematian yang selalu menanti,

Menanti kapan saja waktu kan menjemputku keperaduan terakhir

di mana Sang Kuasa menanti dengan tangan terbuka merayuku,

 

Hidup dan Mati adalah bagian yang tak bisa dipisahkan,

yang tak bisa diperkirakan dan direncanakan,

Hidup dan Mati adalah bagian dari dunia ini yang digariskan oleh Sang Kuasa,

di mana aku, dia, dan kamu tak memiliki kapasitas tuk membuatnya jadi berbeda.

 

Aku termenung dalam sepi,

kala sakitku mulai terus memanggil tubuhku dan menyiksa tubuhku,

desiranku dalam doa ku pun semakin kencang kulantunkan,

Aku ingin hidupku yang dulu, aku ingin tawa dan senyumku yang dulu,

aku ingin kehadiran mu dan dukunganmu yang dulu,

yang tak pernah mengenal batasan,

yang tak pernah membuat aku jatuhterpuruk begitu dalam,

yang selalu memberikan warna dalam hidupkku,

yang selalu menghapus sedihku dan tangisan yang kualami,

Aku ingin itu kembali!

 

Tapi engkau terdiam saja,

engkau terbujur kaku, menatapku pun engkau enggan,

merangkulku apalagi, aku kini sendiri, kala tubuhku mulai sedikit demi sedikit hancur,

engkau dengan sikapmu yang angkuh membuat akupun semakin hancur,

ini bukan lagi tentang tubuhku, tapi ini tentang jiwaku,

Ingin rasanyaaku berada dihatimu,

dan melihat apakah engkau bahagia dengan derita yang kualami,

apakah ini yang engkau inginkan,

memberi stigma dan diskriminasi terhadap hidup ku yang hancur,

 

Jika hatimu tersentuh kawan,

aku mohon cairkanlah hatimu yg beku,

dan terimalah  aku sebelum waktuku habis.

Aku tak butuh rasa iba dari mu,

aku tak butuh engkau kasihani,

yang aku butuh adalah pengakuan dan penerimaan yang layak akan hidupku.

Yang aku butuh adalah ketiadaan sikapdisrkiminasi dan stigma yg engkau berikan.
Karena Hidup dan Mati adalah milik kita bersama.

Maka layakanlah aku tanpa stempel tertentu

Dan layakanlah aku seperti dirimu tanpa perbedaan dengan yang lain.

Written By

Restituti Betaubun, biasa dipanggil Chichi, lahir di Ohoiel, 23 April, 1985. Saat ini, Chichi aktif di Yayasan Peduli AIDS (YAPEDA) Timika sebagai Manajer Keuangan. Selain itu, Chichi juga aktif di organisasi PILA (Pemuda Indonesia Lawan AIDS). Hobinya adalah menulis dan mendampingi teman-teman komunitas serta menggemari aktifitas berenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *