Embun Beku Lanny Jaya

Siang ini Pater Theo datang ke Forum Lenteng. Ia datang dengan motor, diantar keponakannya yang bernama Charles. Sayangnya, Forum Lenteng sedang sepi, maklum masih libur Lebaran. Di sana hanya ada aku dan Yuki. Bang Diki dan Kak Michan akan datang sebentar lagi.

Pater Theo

Sementara Pater Theo di sini, jauh di Lanny Jaya sana sedang mendapatkan musibah embun beku. Ada hujan es yang terjadi di sana pada 3-5 Juli 2015. Beberapa hari yang lalu, kulihat di media bahwa pemerintah menetapkan status Darurat Embun Beku di Kabupaten Lanny Jaya.

Kepada kami, Pater Theo memberi tahu, bahwa ia mengetahui musibah embun beku itu malah dari media, bukan dari kerabat di Lanny Jaya. Masalahnya, cuaca saat itu buruk sekali sehingga jaringan sinyal pun buruk. Ia menggambarkan, bahwa kalau mau mengirim uang harus lihat cuaca dulu. Kalau sudah terang, baru bisa. Kalau mau menelepon pun harus pergi ke atas gunung yang tinggi agar mendapat sinyal.

Bukit Pikhe

Di tempat tinggal Pater Theo di Lembah Pikhe jauh sekali dari Kabupaten Lanny Jaya. Walaupun jauh, Pikhe juga ikut menjadi lebih dingin. Mulai pukul 19.00 udara menjadi sangat dingin, padahal pada siang hari cuaca sangat lah terik. Tanah sudah retak-retak, air sungai pun surut. “Cuaca ekstrem,” ujar Pater Theo. Oleh karena suhu udara menjadi sangat dingin pada malam hari, banyak orang yang kakinya beku. Mereka mengira bahwa mereka mengidap penyakit asam urat, padahal itu karena kaki mereka beku kedinginan.

“Kalau sudah begitu, api dinyalakan, dekatkan badan ke api, lalu pakai selimut agar panas tidak ke mana-mana,” tutur Pater Theo, “kalau kaki sudah mulai berkeringat, sembuh sudah. Dinginnya pergi.”

Lain di kota, lain juga di pedalaman. Jika di kota penduduk mengidap penyakit beku di tangan dan kaki, di pedalaman penduduk mengalami sakit paru-paru basah. Di daerah-daerah yang lebih dekat ke Puncak Trikora, udara dingin sudah merayap menyelimuti daerah rumah penduduk mulai pukul 13.00. Jadi tak heran kalau Kabupaten Lanny Jaya dihujani oleh es.

Jembatan Gantung Wamena

Ketika ditanya apa penyebabnya, Pater Theo berasumsi, bahwa penyebabnya adalah perubahan iklim yang hebat. Apalagi, kemarau kali ini sangat terik sehingga es di Puncak Trikora meleleh. Lelehan es itu turun ke daerah-daerah di bawahnya, termasuk Kabupaten Lanny Jaya. Pater Theo juga berkata, bahwa hujan es dan musibah embun beku yang hebat ini baru terjadi lagi setelah terjadi pada sekitar tahun 1995.

Di media, beredar kabar bahwa lahan pertanian di Kabupaten Lanny Jaya rusak akibat bencana embun beku ini. Saat ditanyakan kepada Pater Theo tentang reaksi masyarakat di sana, Pater Theo menjawab, “Mereka pasrah saja. Ini bencana alam jadi mereka tidak bisa apa-apa. Mereka berharap ada campur tangan pemerintah, dan memang sudah banyak bantuan pangan dan medis yang datang.”

Written By

Prashasti Wilujeng Putri lahir di Jakarta pada Desember 1991. Lulusan Departemen Kriminologi FISIP UI. Terlibat di Halaman Papua sebagai peneliti. Suka menari dan berjalan kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *