KUTUNGGU DEMI KESEHATAN ANAKKU

Menarik sekali melihat proses pelayanan kesehatan di Puskesmas ini, antusisme ibu-ibu dalam memeriksakan kesehatan kehamilan dan kesehatan anak menjadi cermin dalam usaha untuk mensosialisasikan pelayanan kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat.

Cuplikan video dokumenter Kutunggu Demi Kesehatan Anakku_02

“ Sudah periksa HIV?”

“Sudah”

“Sudah dikasih tahu hasilnya?”

“Belum”

“Mau periksa lagi disini? Itu dianjurkan.”

“Ya”

Demikian sedikit kutipan percakapan seorang perawat dengan seorang pasien baru di Puskesmas Perumnas I, Waena, Kota Jayapura. Memang demikian. Setipa pasien baru yang memeriksakan kehamilan di Puskemas ini, dianjurkan untuk memeriksa HIV-AIDS. Ini dilakukan untuk menjaga keselamatan ibu dan anak itu sendiri. Jika sang ibu dinyatakan positif HIV-AIDS, maka pihak kesehatan bisa memutuskan bagaimana sang ibu akan melewati proses melahirkan.

Pelayanan pemeriksaan HIV-AIDS bagi ib hamil, adalah salah satu bagian dari program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Memang, Puskesmas ini menyediakan pelayanan khusus ibu dan anak pada hari kamis. Maka pada hari tersebut, kita akan disuguhkan pemandangan ibu-ibu yang berdesak-desakan, mulai dari loket pendaftaran, ruang tunggu, ruang periksa dan tempat pengambilan obat.

Selain itu, Puskesmas ini membentuk kelas-kelas ibu hamil di masing-masing Posyandu. Kelas ini dibentuk karena memang pelayanan pada hari kamis tersebut tidak bisa maksimal untuk pelayanan kepada ibu hamil. Ketidak efektifan ini disebabkan banyaknya pasien datang menyebabkan pasien tidak bisa berbicang lama terkait permasalahan mereka. Maka, kelas ibu hamil yang terbagi di 16 Posyandu dirasa cukup efektif. Karena nantinya secara panjang lebar, kader Posyandu dari Puskesmas bisa memberikan pengetahuan tentang ibu hamil dengan lebih seksama. Selain nantinya akan diberikan asupan gizi kepada ibu tersebut.

Cuplikan video dokumenter Kutunggu Demi Kesehatan Anakku_01

Selain memberikan penyuluhan, berdasarkan keterangan dari kepala Puskesmas, ada program senam ibu hamil yang dipandu oleh petugas dari Puskesmas. Senam ini sendiri bertujuan untuk meregangkan otot ibu hamil. Sehingga ketika proses bersalin, otot rahim tidak tegang dan memudahkan si bayi keluar dengan selamat.

Menarik sekali melihat proses pelayanan kesehatan di Puskesmas ini, antusisme ibu-ibu dalam memeriksakan kesehatan kehamilan dan kesehatan anak menjadi cermin dalam usaha untuk mensosialisasikan pelayanan kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat. Meski harus menunggu dalam ruangan yang sempit dan terpaksa duduk di tangga atau berdiri karena tidak kebagian temat duduk, tidak mengurangi antusias mereka.

 

_________________
Profil Karya
Judul: Kutunggu Demi Kesehatan Anakku
Negara: Indonesia
Tahun Produksi: 2014
Tanggal Rilis: 9 Maret 2014
Durasi: 10 menit
Bahasa: Indonesia
Subtitle: Indonesia
Produksi: Forum Lenteng, kolaborasi dengan SKPKC Fransiskan Papua & Riyana Waena, dalam Program Media Untuk Papua Sehat

Credits
Realisasi: Aloyesius Rahawadan, Yosep Levi
Fasilitator: Muhammad Sibawaihi, Syaiful Anwar, Nico Tunjanan

Written By

Muhammad Sibawaihi, lahir 20 Mei, 1988, di Pemenang, Lombok Utara. Siba, sapaannya, merupakan seorang aktivis literasi media yang aktif di Komunitas Pasirputih, Lombok Utara. Selain sering melakukan aksi-aksi pemberdayaan masyarakat berbasis media, Siba juga merupakan seorang guru sekolah di Yayasan Tarbiyatul Islamiyah. Siba juga aktif menjadi penulis di akumassa.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *