EBEAILA

Honai Perang Suku Assolokobal.
Sebagai upaya menyambut Modernisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ada semacam keinginan pemerintah untuk membangun dan memajukan Wamena dari segi fisik. Sekarang sudah sedikit terlihat.
Bapak Ferry Asso di depan Ponai Perang. Foto: Herman W. Buruphotte
Bapak Ferry Asso di depan Ponai Perang. Foto: Herman W. Buruphotte

Sebagai upaya menyambut Modernisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ada semacam keinginan pemerintah untuk membangun dan memajukan Wamena dari segi fisik. Sekarang sudah sedikit terlihat. Di sepanjang jalan-jalan Kota Wamena, berdiri gedung-gedung dan sederet pertokoan-pertokoan yang megah. Percepatan pembangunan ini, kemudian secara tidak sadar mempengaruhi masyarakat. Orang Balim, yang dikenal dengan Honai mereka, berangsur-angsur sudah menggantinya dengan bangunan-bangunan dari tembok. Apalagi ketika pemerintah gencar mencanangkan program rumah sehat untuk masyarakat, yang dinilai oleh para tokoh-tokoh adat, bisa menghilangkan ciri khas dan ajaran Orang Balim. Sebab, dalam struktur rumah Orang-Orang Balim ini, ada ajaran dan kearifan lokal yang ditanamkan oleh nenek moyang mereka.

Filem Ebeaila, yang bermakna “Rumah yang Sebenarnya” ini, mencoba menghadirkan ajaran-ajaran dan kearifan lokal Orang Balim yang tertuang dalam struktur bangunan mereka. Rumah Orang Balim sendiri terdiri dari tiga bangunan utama, pertama Honai. Honai pun ada banyak macamnya. Namun, secara garis besar, Honai adalah tempat tinggal laki-laki. Kemudian yang kedua Honila atau dapur. Honila, secara bentuk berbeda dengan Honai. Jika Honai bundar, maka honila berbentuk panjang, dengan jumlah pintu yang berbeda. Yang terakhir adalah Ebeaila atau Rumah yang Sebenarnya. Ebeaila inilah menurut kepercayaan Orang Balaim, mereka lahir di sini dan akan kembali juga ke tempat ini.

Filem Ebeaila ini, memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menghargai dan menjaga warisan budaya dan ajara-ajaran yang terkandung di dalamnya. Apalagi dalam banyak hal, Ebeaila, Honai dan Honila, sedikit-demi sedikit sudah bergeser dalam kehidupan Orang Balim. Setiap element dalam struktur bangunan Ebeaila, yang memiliki nama dan pilosofi tersendiri, juga sudah mulai dilupakan oleh banyak orang, terutama para generasi muda. Maka Filem ini, adalah upaya untuk ‘kembali’ ke honai. Kembali menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *