Kisah Tragis Mantri Berjurus Mabuk

Dia menjadi sosok pemuda kebanggaan desa. Namanya sering dibicarakan di mana-mana. Masyarakat sangat bersyukur. Sebab desa kami tidak seperti dulu, ketika kami susah untuk berobat.

Desa saya bernama Elagaima. Untuk masalah kesehatan, kami biasanya menggunakan jasa petugas Puskesmas. Dulu sempat ada perawat. Tapi karena pindah tugas, Puskesmas  yang ada di desa kami tinggal kosong tanpa perawat. Setelah sekian lama kosong, akhirnya terisi juga dengan perawat. Perawat ini adalah putra desa kami sendiri. Semua masyarakat bangga akan kehadirannya sebagai perawat, apalagi putra asli daerah. Permasalahan masyarakat yang susah berobat, kini teratasi. Kini kami lega, karena adanya perawat ini. Dia menjadi sosok pemuda kebanggaan desa. Namanya sering dibicarakan di mana-mana. Masyarakat sangat bersyukur. Sebab desa kami tidak seperti dulu, ketika kami susah untuk berobat.

IMG_20140529_175421

Tapi,  semakin lama ia membuat masyarakat mulai mengeluh. Keluhan masyarakat ini ditengarai akibat ulahnya sendiri. Dia mengajak pemuda desa menggunakan obat-obat Puskesmas untuk mabuk. Obat yang datang tiap bulan pasti habis dalam 1 minggu. Pasien yang datang untuk berobat hanya bisa mengeluh dan pulang. Akhirnya, mereka berobat dengan menggunakan obat tradisional. Kalau perawat itu layani pasien, pasti dia layani dalam keadaan mabuk. Semua pasien takut,  kalau-kalau dia salah memberikan obat.

Saya pun pernah menjadi ‘korban’ perawat mabuk tersebut. Suatu saat saya mengalami kecelakaan saat kerja bakti. Kaki saya terkena parang dan saya dilarikan ke Puskesmas itu. Sesampainya  di Puskesmas, ternyata perawat tersebut sedang duduk bersama beberapa temannya. Mereka sedang pesta minuman keras. Terpaksa saya harus menunggu hingga sore,  baru kemudian saya dilayani. Saya sangat takut karena perawat tersebut sedang mabuk. Tapi karena terpaksa, saya pun memberanikan diri untuk dilayani. Setelah saya dirawat, saya pulang. Beberapa minggu kemudian luka saya sembuh, tapi bekasnya membengkak dan tidak hilang hingga sekarang. Banyak yang mengalami kejadian seperti yang saya alami, dan semua mengeluh.

Karena banyaknya keluhan masyarakat  terkait tindak-tanduknya, perawat itu pun mengubah sifatnya, yang suka melayani pasien dalam keadaan mabuk. Tapi terlambat sudah… Perawat itu sudah terlalu banyak menggunakan obat-obatan. Akhirnya dia pun jatuh sakit, hingga akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dan dia meninggal di usia muda. Setelah perawat itu meninggal dan datang perawat yang baru, kini desa kami semakin baik.

Franciskus Romena
Franciskus Romena
Written By

Franciskus Romena, lahir di Elagaima, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya. Sekarang ia tinggal di Kompleks Misi, Wamena Kota.Pria yang  pada 1 Maret 1991 memiliki  hobi memancing. Sekarang ia aktif sebagai peserta dalam workshop Media Untuk Papua Sehat Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *