Tetap Merekam Yoikatra!

Rabu, 25/05/2016. Merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang akan selalu dicatat oleh salah satu kelompok pemuda penggiat media alternatif di Timika, Yoikatra. Kantor Yoikatra bersama lima rumah lain di lingkungan Jalan Busiri, Sempan Barat, Timika dibakar oleh satu dari dua oknum kelompok “warga pendatang” yang sedang beradu jago

Saya tidur di ruang depan, tiba-tiba saya dengar orang lempar rumah, kaca di ruang tamu pecah, saya panik dan langsung kabur memanjat dari pagar belakang…

Kebakaran itu menghancurkan seluruh aset yang dimiliki Yoikatra, surat berharga, alat produksi audio-visual, buku, jurnal, termasuk ratusan arsip terkait papua sejak tahun 60an yang di kumpulkan Yoikatra tidak terselamatkan. Kejadian tersebut merupakan keberlanjutan dari gesekan antar dua oknum kelompok warga pendatang, ditambah kurang pekanya aparat setempat dalam mengantisipasi “gesekan kecil” warga yang mungkin memang hampir sering terjadi di Timika. Kantor Yoikatra bersama lima rumah lain dibakar kira-kira pukul enam pagi, namun api baru bisa di jinakan oleh tim pemadam kebakaran pukul satu siang.

…”Pintu depan saya kunci semua agar tidak ada yang masuk untuk ambil barang kantor, ternyata mereka juga bakar kantor.” Ungkap Esper, pelajar sekolah menengah atas yang sedang magang dan kebetulan menginap di kantor Yoikatra.

Dugaan sementara yang diyakini dari desas-desus beredar, adanya provokasi (dugaan versi aparat) dan minuman keras (miras) sebagai “biang keladi”  (dugaan versi warga) yang menyebabkan oknum dua kelompok warga tersebut menjadi beringas. Untuk memperkuat dugaan dan beberapa kemungkinan lain, aparat setempat masih terus melakukan penyelidikan sampai hari ini, dan menetapkan Jl. Busiri berstatus siaga sebagai antisipasi bentrok susulan.

Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang

Akhirnya,kesepakatan perdamaian antar dua oknum warga yang terlibat konflik, yang dimediasi aparat setempat, Jumat (27/5) di Kantor DPRD Mimika. dan  melahirkan sebuah “janji bersama” dan dibentuk tim terpadu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi akibat dari pertikaian ini. Berikut, “6 Janji bersama” yang disepakati :

Pasal 1:
(1) Para PIHAK berjanji dan telah sepakat mulai Jumat 27 Mei 2016, melakukan perdamaian.
(2) Para PIHAK berjanji, tidak akan melakukan perberbuatan konflik ataupun pertikaian setelah dilaksanakan perdamaian ini.
Pasal 2:
(1) Para PIHAK berjanji dan sepakat, bila setelah ditandatanganinya perjanjian perdamaian ini, bila ada pihak ataupun oknum yang melakukan tindak pidana, akan dikategorikan tindak pidana umum yang tidak melibatkan atas nama suku dan kelompok, dan bertanggungjawab atas nama pribadi.
(2) Para PIHAK sepakat bila dikemudian hari terjadi konflik ataupun pertikaian, antara suku Kei dan suku Toraja, akan dikategorikan tindak pidana umum, dan masing-masing kelompok mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan penegak hukum sampai putusnya keputusan pengadilan atas perbuatan yang dilakukan.
Pasal 3 :
Para PIHAK sepakat berjanji bila terjadi dikemudian hari konflik atau pertikaian antara suku Kei dan suku Toraja, tidak akan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggungjawab masing-masing pihak atau kelompok.
Pasal 4 : Dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi akibat dari pertikaian ini yang berupa jiwa dan harta benda, maka pemerintah daerah Kabupaten Mimika bertanggungjawab untuk membentuk tim terpadu untuk menangani hal tersebut.
Pasal 5 :
Dengan ditandatanganinya perjanjian ini kedua pihak sepakat menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah para PIHAK atau Kabupaten Mimika.
Pasal 6 :
Demikian perjanjian ini kami buat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun juga dan tanpa syarat-syarat apapun juga.

13260271_1360117947338468_5127559704864586350_n 13239235_1360117964005133_8209487546011482384_n 13239479_1360117987338464_8980279374065426990_n 13221553_1360118004005129_1854961335393964030_n 13265878_1360118030671793_9131033261458452455_n 13260108_1360118067338456_2302347369179251162_n 13254438_1360118100671786_3233175823625042911_n 13220991_1360118134005116_7770493251476225465_n 13239969_1360118170671779_2465871830630425729_n 13256168_1360118264005103_4774543450914791849_n 13267930_1360117914005138_7354992267310141516_n

Yoikatra merupakkan salah satu dari tiga komunitas dampingan Halaman Papua, Kelompok ini sangat aktiv dan produktif dalam mengkaryakan persoalan lokal.  Yoikatra pada tahun 2015 telah melahirkan karya filem dokumenter “Tiga Mama Tiga Cinta” yang bekerja sama dengan Halaman Papua, yang pada bulan ini filem tersebut diputar di Kineforum – Jakarta, sebagai rangkaian acara satu dekade kineforum 2016 #merayakankeragaman. Saat ini tengah mengerjakan beberapa pekerjaan berbasis media literasi di Timika.

Keluarga besar Halaman Papua dan Forum Lenteng, menyampaikan bela sungkawa  sedalamnya terkait kasus dibakarnya kantor Yoikatra dan lima rumah di jalan Busiri, Sempan Barat, Timika.

#tetapmerekamyoikatra

 

 

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *