Menkes: Setiap Orang Berhak mendapatkan Hak Sehat

Ballroom Hotel Cendrawasih dipadati oleh banyak orang pada 13 November 2014 lalu. Rupanya Kabupaten Mimika sedang mengadakan Rapat Kerja Kesehatan sekaligus merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada tanggal 12 November 2014. Tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini adalah “Indonesia Cinta Sehat! Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku!”.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Mimika, Bapak Ausilius You yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati yang tidak dapat hadir dalam pertemuan ini. Acara ini turut pula dihadiri oleh bapak-bapak dari TNI dan POLRI sebagai institusi keamanan yang diharapkan mampu mendukung petugas kesehatan di beberapa wilayah rawan konflik dan berisiko.

Bapak Ausilius You membacakan pesan dari Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek, yang baru dilantik sekitar sebulan yang lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Nila Djuwita Moeloek
Nila Djuwita Moeloek

“Menjadikan budaya hidup sehat adalah bagian dari keseharian bangsa ini, disamping harapan bersama akan kondisi sehat untuk kita semua sebagai satu bangsa yang makin bermartabat,

“Presiden telah mengarahkan kepada seluruh menteri dalam kabinet kerja untuk sungguh-sungguh melakukan perbuatan nyata bagi rakyat di manapun berada, bahwa rakyat harus merasakan keberadaan pemerintah dan pemerintah daerah dalam bentuk pelayanan yang cepat, tanggap dan transparan, guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong sebagai ciri kepribadian rakyat.

Saya ingin mengajak kita semua untuk bergandengan tangan, bahu-membahu, dan saling mendukung untuk mempertahankan hal-hal baik yang telah kita capai. Dan bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target-target pembangunan yang telah kita tetapkan bersama. Agenda pembangunan kesehatan tahun 2015 sampai tahun 2019 adalah mewujudkan akses dan mutu kesehatan yang semakin mantap. Pengertian dasarnya adalah setiap orang mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di tempat pelayanan kesehatan yang berstandar, terlayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standar pelayanan dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yantg akurat untuk kebutuhan kesehatannya.

Dalam kalimat yang terdengar sangat patriotik dan bijaksana itu terdapat harapan ke depan yang baik. Hal itu tentunya harus diwujudkan dengan kebersamaan pemahaman semua pemangku kepentingan yang diiringi dengan komitmen kuat dan kepemimpinan yang berjalan secara konsisten. Karena sesungguhnya pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa tanpa pengecualian.

Hal yang sering manjadi hambatan oleh beberapa petugas kesehatan saat menunaikan tugasnya salah satunya adalah konflik-konflik antarsuku. Selain itu, hal yang harus menjadi perhatian khusus di Timika adalah kurangnya tenaga bidan dan sarana prasarana bagi ibu hamil, dan beberapa faktor lain yang belum bisa diselesaikan, seperti ketersediaannya air bersih, sanitasi rumah tangga, ketahanan pangan, akses informasi dan pendidikan khususnya bagi perempuan.

“Di tengah meningkatnya penyebaran fasilitas kesehatan dan bertambahnya petugas kesehatan yang kompeten di seluruh jajaran masyarakat dan distribusi obat, kita masih mempunyai masalah seperti tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi gizi kurang, beberapa penyakit menular dan penyakit tidak menular tertentu.”

Masalah-masalah tersebut merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi Menteri Kesehatan bersama staf-stafnya mengingat Hari Kesehatan Nasional sudah meningjak usia lima puluh tahun ini. Hari Kesehatan Nasional yang sudah meningjak usia lima puluh tahun ini disebut dengan Hari Kesehatan Emas, namun keemasan itu tidak didukung dengan keberhasilan kerja program kesehatan yang sudah berjalan, yang bisa dilihat dari hak kesehatan orang-orang di Kabupaten Mimika yang tidak dipenuhi.

Pemerintah yang merupakan badan dalam mengelola kesatupaduan Indonesia ini memang badan yang peling bertanggung jawab dalam tersedianya kesehatan masyarakat yang berkualitas. Namun, tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendirian karena banyaknya pemangku kepentingan. Untuk itu, tentunya masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika. Sayangnya, kegiatan Rapat Kerja Kesehatan ini tidak terbuka untuk umum. Selain itu, media arus utama sangat kurang untuk mengangkat isu kesehatan keseharian di Papua, khususnya Kabupaten Mimika.

Written By

Yonri Soesanto Revolt, biasa dipanggil Yonri, lahir di Makassar, 25 Januari, 1992. Selain sebagai anggota PILA, Yonri juga merupakan pendiri Infiniti (Ikatan Film Indie Timika), yang juga berada di bawah naungan Yayasan Peduli AIDS (Yapeda) Timika. Yonri memiliki hobi bermain musik, dan memiliki group band bernama Nolimits.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *