DVD dan Cerita Riyana

Allocius Rahawadan dan Niko Tunjanan
Bagi Niko sendiri, Film sebagai media pendidikan kesehatan dan penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat Papua, sangatlah efektif. Realitas yang Niko lihat selama melakukan riset, di setiap puskesmas disediakan televisi.

Pukul 7 pagi, terik matahari menyambut kami di Bandara Sentani. Langsung saja kami menghangatkan badan, setelah 5 jam lamanya kedinginan di dalam pesawat. Saya dan Gelar berdiri di pojok gedung bandara, sambil menunggu jemputan. Bernard Koten, yang sebelumnya menjadi koordinator lokal program Media Untuk Papua Sehat, datang dengan sebuah metro mini berwarna putih. Mobil itu kemudian membawa kami menuju kantor SKPKC, sebelum melanjutkan perjalanan ke Wamena, Kab. Jayawijaya.

Sehari sebelum keberangkatan dari Jakarta, saya sempat menelpon Allo, seorang partisipan program Media Untuk Papua Sehat, Kota Jayapura. Rindu rasanya ingin segera bertemu rekan-rekan dari Komunitas Riayana Waena. Ingin mendengarkan cerita mereka, setelah kami tinggalkan, tentang bagaimana upaya mereka mempertahankan komunitas dan Bagaimana keluh-kesah mereka, dalam upaya menjadikan media sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat, terutama masalah isu kesehatan di Papua.

Membaca katalog
Membaca katalog

Benar saja, Ketika saya terbangun sekitar pukul 12 siang, Allo juga Niko (ketua Komunitas Riyana Waena) sudah ada. Bersalam sapa sambil menanyakan kabar pun terjadi, canda tawa, sampai mengingat saat-saat riset beberapa bulan yang lalu.

Allo                         : Oleh-oleh mana e?
Saya                         : Ini ada oleh-oleh dari Forlen.
Allo                         : Ini apa?
Saya                         : Ini DVD film kalian!

Kami kemudian membuka kardus yang berisi DVD hasil program Media Untuk Papua Sehat Kota Jayapura dan Sentai. Nampak wajah senang dari Allo dan Niko. Hasil kerja mereka selama satu bulan. Melakukan riset ke berbagai tempat. Pagi, siang, sore dan malam. Tak kenal panas, capek dan lelah. Kini, apa yang mereka lakukan saat itu, ada di tangan mereka. Sebuah arsip penting tentang bagaimana kondisi kesehatan di Papua, khususnya Kota Jayapura. Sebuah gambaran tentang realitas kesehatan yang selalu dipertanyakan oleh banyak pihak.

DVD Kompilasi Video Kota Jayapura
DVD Kompilasi Video Kota Jayapura

 

DVD kompilasi video Kabupaten Sentani
DVD kompilasi video Kabupaten Sentani

Niko langsung saja minta difoto. Dia tidak sabar membagikan kabar ini kepada rekan-rekannya di media social facebook. Dengan sama-sama memegang DVD, Niko dan Allo berpose. Saya sangat tidak keberatan untuk mengabadikan moment ini. Bahkan, saya juga langsung mengungah foto tersebut di facebook.

Dari perbincangan kami, Niko dan Allo berencana memberikan DVD tersebut kepada tokoh-tokoh yang dalam film, termasuk pihak Puskesmas. Bagi Niko, DVD ini menjadi ucapan terimakasih kepada mereka, dalam upaya membantu memberikan informasi mengenai masalah kesehatan. “Memberikan DVD ke tokoh-tokoh ini, sebagai bentuk ucapan terimakasih. Selain itu untuk memberikan semangat kepada mereka, agar lebih aktif dan giat melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.”, ungkap Niko.

Allocius Rahawadan dan Niko Tunjanan
Allocius Rahawadan dan Niko Tunjanan

Setelah berbincang megenai DVD, kami berbicara prihal satu bulan pasca program. Apa saja yang mereka kerjakan. Dari keterangan Niko, banyak sudah upaya mereka selama satu bulan. Mulai dari mengadakan pertemuan-pertemuan dengan anggota, membuat rencana riset video dan tulisan, bahkan Niko dan Allo bersama beberapa rekanan ingin mengadakan sebuah festifal film dokumenter di Papua. Meski terdengar sangat wah, namun keinginan Riyana Waena dalam upaya menjadikan film sebagai media pendidikan patut diacungkan jempol. Upaya ini juga disambut baik oleh beberapa pihak, termasuk para akademisi di kampus-kampus.

Selain itu, menindak lanjuti komentar dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yang sempat hadir saat presentasi publik di Kota Jayapura, Niko dan Allo pun beberapa kali mencoba membangun komunikasi. Menurut Niko, Dinas Kesehatan sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan Komunitas Riyana Waena. Namun, ketika diajak untuk membantu secara materil, pihak-pihak ini mengatakan tidak ada dana yang tersedia untuk mendukung apa yang dilakukan oleh Niko dan kawan-kawan. Beberpa kali dilakukan komunikasi, masih juga belum ada jalan.

Membaca katalog
Membaca katalog

Bagi Niko sendiri, Film sebagai media pendidikan kesehatan dan penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat Papua, sangatlah efektif. Realitas yang Niko lihat selama melakukan riset, di setiap puskesmas disediakan televisi. Namun tontonan yang disajikan adalah sinetron-sinetron yang tidak ada kaitannya dengan kesehatan. Kenapa tidak, jika di tiap-tiap Puskesmas diputar video-video kesehatan, guna memberikan informasi kepada masyarakat. Hal ini merupakan upaya nyata untuk memperbaiki masalah kesehatan di Papua.

Katalog DVD kompilasi Kota Jayapura
Katalog DVD kompilasi Kota Jayapura

 

 

 

 

Written By

Muhammad Sibawaihi, lahir 20 Mei, 1988, di Pemenang, Lombok Utara. Siba, sapaannya, merupakan seorang aktivis literasi media yang aktif di Komunitas Pasirputih, Lombok Utara. Selain sering melakukan aksi-aksi pemberdayaan masyarakat berbasis media, Siba juga merupakan seorang guru sekolah di Yayasan Tarbiyatul Islamiyah. Siba juga aktif menjadi penulis di akumassa.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *