Duduki Menpora, Papua Nyanyikan Lagu Perjuangan

”Biar saja langit terbelah, Aku Papua. Hitam kulit keriting rambut, Aku Papua” seperti enggan menyanyikan lagu Indonesia Raya, inilah sepenggal lirik karya Edo Kondolangit yang  memecahkan kebisuan kantor Menpora seusai mediasi berlangsung dalam tensi tinggi, 29/5/2015 lalu.

Tak Pelak lagu ini juga membuat beberapa suporter berlinang air mata, termasuk. Salah seorang mantan pemain Persipura Jayapura yang kini menjabat sebagai DPR Papua bidang Pemuda dan Olahraga, Jack Komboy.

“Papua tanah yang kaya, selama ini kami seperti  anak tiri. Kami sudah memberikan pengorbanan kami kepada negara, negara sepertinya acuh. Kami hampir kehilangan akal, kami masih akan berjuang dengan apa yang menjadi hak kami, Persipura harus bermain, entah menang ataupun Kalah” jelas  Jack Komboy dalam  keharuan  lagu yang spontanitas  dinyanyikan.

IMG_4223 (2)

Meskipun menjadi penutup dalam luapan  kunjungan emosi mereka,  nyanyian itu tentunya  bukan hasil akhir dari mediasi, para elemen masyarakat Papua masih harus masih akan menagih janji dari Menpora, Imam Nahrawi yang menelpon secara langsung.

“Saya mohon maaf tak bisa hadir, Kita sudah menyatakan dari awal agar Persipura terus bisa main di Piala AFC. Sore ini kita akan kontak kedutaan besar Malaysia, jadi mereka bisa tahu ini bukan kesalahan Persipura dan kesalahan Indonesia. Tapi kesalahan tiga pemain Pahang” ucapnya melalui telepon yang diperdengarkan langsung melaui loud speaker.

Menanggapi pernyataan langsung dari  Menpora Ini, emosi masyarakat Papua yang datang pun sedikit mereda, akan tetapi mereka akan datang kembali menagih janji Menpora.

“Kami akan kembali bersabar, tapi kami akan datang lagi, menagih janji”. Jelas Wilson Saman Sabra selaku utusan dari Persipura Mania.

IMG_4199 (1)

Persipura Harus Bangkit
Tak surut menerjang ombak, kata kata penguatan yang seolah-olah menjadi tonggak untuk Persipura Jayapura Bangkit. Bukan bangkit dari keterpurukan prestasi,   juga bangkit dari kekalahan dan  pukulan musuh. “Persipura harus bangkit dari keterpurukan mental akibat kesalahan birokrat sepakbola” tekan Jack Komboy, selaku mantan Pemain Persipura usai  mediasi dengan pihak Menpora, Jakarta, 29/5/15.Sebelumnya Persipura Jayapura memang  tengah berlatih keras, target melampaui  batasan tahun lalu dengan sampai pada semifinal AFC,  diusung selangkah lebih maju yakni  sampai di final atau bahkan menjadi juara.

Akan  tetapi bukan  musuh yang menerjang Persipura, melainkan kesalahan para para badan petinggi olahraga yang seharusnya, diuntungkan oleh nama baik dan  prestasi tim Persipura. Itulah hal yang paling memantik rasa kecewa sejumlah masyarakat Papua dan Pecinta Persipura Jayapura dibalik kegagalan bertanding melawan Pahang FA pada 26 Mei lalu.

Terlepas  dari janji pihak Menpora yang memberikan konfirmasi akan memperjuangkan  Persipura agar bisa  bertanding ulang, Warga Papua menyambut hasil tersebut dengan bersabar. Jack Komboy yang tak mau datang sebagai delegasi  anggota DPR Papua melainkan  mantan pemain Persipura kembali menegaskan, Persipura Jayapura siap surut sekalipun bermaib di kutub.

“Posisi sekarang kalau saya mau tegaskan disini, bahwa jadwal sebenarnya posisi Persipura melawan Pahang di Jayapura. Tapi kalau memang karena ada sesuatu dan kita harus main di Pahang, saya kira nggak ada masalah. Yang penting Persipura bisa bertanding kembali di babak 16 besar. Mau main di kutub kah, mau main di Amerika kah, Persipura siap main dimana saja. Yang penting pertandingan itu harus digelar,” terang Jack Komboy.

kontibusi oleh:
Binsar Maulita (Pecinta Sepakbola)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *