Rekaman Suara: Batuk Beretika Kurangi Penularan TB

Peserta pelatihan melakukan wawancara dengan Suster Usi Taborat di ruangan TB, Puskesmas Sentani.
Petugas medis TB menghimbau agar si pasien lah yang mengenakan masker atau sapu tangan, sehingga mereduksi ketersinggungan ketika berkomunikasi.
Peserta pelatihan melakukan wawancara dengan Suster Usi Taborat di ruangan TB, Puskesmas Sentani.
Peserta pelatihan melakukan wawancara dengan Suster Usi Taborat di ruangan TB, Puskesmas Sentani.

Rekaman suara berikut ini merupakan potongan wawancara tim Halamam Papua dan peserta pelatihan Program Media Untuk Papua Sehat kepada Suster Usi Taborat, petugas medis khusus TB di Puskesmas Sentani. Wawancara dengan Suster Usi Taborat dilakukan pada tanggal 22 dan 27 Februari, 2014.

Dalam potongan wawancara ini, Suster menjelaskan jalur paling cepat penularan TB, yakni udara (terutama ketika si pasien batuk dan bersin). Persoalan sentimen pasien ketika menghadapi orang lain menggunakan masker, ternyata, juga menjadi kendala bagi para tenaga medis dalam melayani. Oleh sebab itu, petugas medis menghimbau agar si pasien lah yang mengenakan masker atau sapu tangan, sehingga mereduksi ketersinggungan ketika berkomunikasi.

Suster Usi Taborat: “…justru ventilasi itu yang perlu…”

Halaman Papua: “Itu (tuberculosis-red) paling cepat menular lewat apa?”

Suster Usi Taborat: “Kalau penyakit yang ada kumannya, yang TB positif itu, yang ada Mycobacterium tuberculosis itu, kalau seperti saya yang kena, saya batuk… (menular) lewat udara… percikan dahak… Kita berbicara, itu juga sudah sebabkan keluarnya kuman. Bersin juga… Kemarin ada yang bilang begini, ‘Pakai masker, Suster!’. Saya tidak pernah pakai masker.”

Halaman Papua: “Padahal, diharuskan…?”

Suster Usi Taborat: “Diharuskan pakai masker…! Tapi, nanti kalau dilihat susternya pakai masker, ‘Takut, kah kena kuman?’ orang akan berkata begitu. Kita tidak enak jadinya.  Kita justru sekarang menyarankan pasien menggunakan masker.  Pasiennya lah yang menggunakan masker! Tapi ada pasien yang suka pakai masker, ada juga yang tidak. Tapi kita kasih tahu, ‘Bapak, kalau batuk, Bapak harus gunakan sapu tangan, atau tutup mulut!’. Etika batuk itu perlu.”

Written By

Manshur Zikri, lahir di Pekanbaru, 23 Januari 1991. Lulusan S1 Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Saat ini, Zikri aktif di Forum Lenteng sebagai penulis dan peneliti di Program akumassa, serta sebagai fasilitator pelatihan literasi media dalam Program Media Untuk Papua Sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *